Posted by: @gust Nasihin | October 2, 2008

Selamat Hari Raya Idzul Fitri 1429 H

Selama tiga puluh hari umat moslem sekolah pembelajaran keimanan , menahan diri dari segala hal yang berdasarkan hawa nafsu dan kerusakan, menjadi pembelajaran dalam mengarungi bahtera kehidupan. Sebagaimana perintah Tuhanmu yang sedemikian jelas bahwa :”Telah diwajibkan atas kamu (mu’min) berpuasa, seperti telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertaqwa.” (Qs-Albaqoroh)

Dengan latihan selama 1 bulan diharapkan menjadi bertambah ketaqwaan selama 11 bulan berikutnya, sampai datang 1 bulan latihan berikutnya. Demikian secara terus menerus, Tuhan melatih kemampuan hamba-hambanya, diharapkan suatu saat menjadi bekal kembali pada-Nya dengan sebaik-baik bekal, untuk mengisi hidup selanjutnya.

Dan bolehlah “tidak masuk akal” bagi orang-orang yang tidak beriman, bahwa Tuhan akan menyatukan tulang-belulang yang berserakan dan sudah bercampur tanah, kelak di hari semua dibangkitkan untuk disatukan kembali seperti semula, untuk kemudian dimintai pertanggung jawaban atas amal-amal segenab Insan, selama melakukan perjalanan di dunia.

Seperti seorang musafir yang sedang dalam perjalanan, dari hari ke hari semakin lusuh pakaian dan semakin kusut kulit dan semakin lemah daya tahan tubuh. Namun pengalaman, ilmu pengetahuan, kedekatan dalam pencarian Tuhan, membuat semakin mengenal pernyataan syukur terhadap Tuhan dan memantapkan hati untuk satu tujuan, kekekalan hidup di hari kemudian, menjadi penghapus dahaga dalam perjalanan seorang musafir. Sesungguhnya tumbuhnya uban dirambutmu, merupakan tanda-tanda yang sangat jelas , dalam kebesaran Tuhan.

Menjadi tugas sesama, untuk selalu saling mengingatkan saat terlena, atau terlupa atau bahkan khilaf yang menjerumuskan. Tidak ada kata terlambat sebelum matahari tenggelam untuk selamanya, untuk memperbaiki diri. Mata pencaharian menjadi bekal untuk meneruskan generasi ke generasi, maka ambilah yang baik-baik secukupnya, dan makan minumlah dengannya, dan saat perjalanan Tuhan memberikan kesempatan melewati taman-taman surga , maka makan dan minumlah sepuas-puasnya untuk kemudian memulihkan jiwa raga menjadi musafir. Kita hadir sebagai insan untuk saling mengingatkan akan datang hari dibangkitkan, dimana semua telanjang, namun tidak sempat saling melihat aurat masing-masing karena kedahsyatan hari itu.

Panjatkan rasa syukur yang dalam atas karunia yang telah diterima saat ini, untuk kemudian menjadi bekal meraih anugerah Illahi berikutnya. Syukur menguatkan hati, mencerahkan pikiran dan menyehatkan badan.

Tetap semangat dan terus berusaha, hari ini lebih baik dari kemarin, esok lebih baik dari hari ini waktunya untuk diwujudkan!

Hari ini, hari raya Idzul Fitri 1 syawal 1429 H, 1 Oktober 2008 , semoga ampunan diberikan dan anugerah selalu dilimpahkan . Amin.

Mengucapkan Minal A’idzin wal Faidzin,  Taqabbalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum…. ” Selamat Hari Raya Idhul Fitri 1429 H
Mohon Maaf Lahir dan Batin.

Agust Nasihin,Penulis aktif di blog ,meresensi buku, membuat ringkasan tulisan dan artikel-artikel lainya, Anda bisa bergabung di http://id.shvoong.com/aff-5398E/ atau berkunjung di http://id.shvoong.com/tags/agust-nasihin/


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: