Posted by: @gust Nasihin | September 12, 2008

Ketinggian Derajat Orang Yang Berilmu

 

Ketinggian Derajat Orang Yang Berilmu:

Dari Ustd Yusuf Mansur:

Dulu, saya mendengar ibu saya berkata, dan ia mengutip kalimat-kalimatnya para ustadzah, yang juga dikutip dari hadits: Man aroodad dunyaa, fa’alaihi bil ‘ilmi. Wa man aroodal aakhiroh, fa’alaihi bil ‘ilmi. Wa man arooda humaa, fa’alaihi bil ‘ilmi. Barangsiapa yang menginginkan dunia, maka dia harus dicapai dengan ilmu. Siapa yang menginginkan akhirat, harus jg dengan ilmu. Dan siapa yang menginginkan keduanya, maka haruslah dengan ilmu.
Satu guru saya yang laen mengatakan, kalau mau hidup enak, haruslah punya ilmu. Mau naik pesawat, mau jalan-jalanke luar negeri, mau beli mobil, mau beli rumah, mau kaya, trmasuk mau enak ibadah, harus punya ilmu. Makin banyak ilmunya, makin bagus hidupnya.

Guru yang laennya berkata, seutama-utamanya yang berilmu adalah yang mengamalkan ilmunya.
Yang satunya lagi berkata, ilmu yang paling utama adalah ilmu tentang Allah; mempelajari zikir, ibadah, dan al Qur’an.
Yang satunya melengkapi, ilmu apa saja, yang penting yang membawa kepada ketawadhuan dan rendah hati di bawah keagungan Allah. Syukur-syukur makin bisa mengenal Allah.

Berikut ini saya nukilkan satu hadits dari Mu’adz bin Jabal:

“Pelajarilah ilmu krn Allah. Karena mempelajarinya semata karena Allah akan membuahkan rasa takut, menuntutnya adalah ibadah, menghafalnya adalah tasbih, membahasnya adalah jihad, mengajarkannya adalah sedekah, membantu penuntut ilmu yang laen, dianggap mendekatkan diri kepada Allah. Ilmu adalah rambu-rambu yang membedakan antara yang halal dan yang haram. Ilmu adalah obor menuju jalan surga, teman dalam kesepian, kwn dalam kesendirian. Ilmu akan bicara dalam kesunyian, penunjuk jln kebahagiaan, dan peringatan dari kesengsaraan. Ilmu merupakan senjata ampuh dalam menghadapi musuh dan penghias berjamaah. Dengan ilmu, Allah mengangkat derajat satu kaum. Mereka dijadikan pemimpin trbaik. Jejak mereka diikuti. Mereka dijadikan idola. Pendapat mereka dijadikan acuan. Para Malaikat menyukai mereka. Dengan sayapnya, para Malaikat memayungi mereka. Semua benda hidup dan mati memohonkan ampun bagi mereka. Ikan-ikan di samudera, bahkan binatang-binatang di darat, pun mendoakan mereka. Ilmu merupakan ruh bagi hati agar terhindar dari kebodohan, lampu penerang dari kegelapan. Dengan ilmu, seseorang akan sampai pada tempat terbaik dan derajat tertinggi di akhirat kelak. Berpikir tentang ilmu, sama dengan berpuasa, mendalaminya sama dengan ibadah malam. Dengan ilmu, tali silaturahim dapat trjalin. Dengan ilmu, antara yang halal dan yang haram dapat dibedakan. Ilmu ibarat mesin bagi amal. Dan amal tunduk terhadap perintahnya. Orang yang baik ia datangi, dan orang yang jahat ia jauhi. Itulah ilmu. (HR. Abu Umar).

 Sumber kutipan : http://www.wisatahati.com


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: