Posted by: @gust Nasihin | May 30, 2008

Mengubah Pesimis menjadi Optimis

Mengubah Pesimis menjadi Optimis

 

Tidak dipungkiri hati setiap orang selalu diselimuti oleh kegelisahan dengan berbagai sebab. Anak SD sekalipun yang masih bersih pikiranya masih terbersit kegelisahan, bila esok pagi tidak bisa mengerjakan soal disekolah. Anak SMP juga gelisah tak karuan bila belum mengerjakan PR nya. Anak SMA juga demikkian gelisah mau kemana setelah lulus melanjutkan ke study apa, Sementara Mahasiswa juga demikian setelah selesai mau bekerja apa dan dimana,selalu timbul kegelisahan. Lalu harus bagaimana kita bersikap.

 

Kegelisahan yang berlebihan akan mendatangkan kekawatiran dan kekawatiran mendatangkan sikap pesimis terhadap sesuatu. Pesimis yang berlebihan akan mendatangkan keputus asaan yang semuanya bermuara pada kegagalan.

 

Kata orang bijak kegagalan adalah proses dari belajar atau “try and error” jadi bila lebih takut gagal daripada belajar maka bagaimana akan tahu letak penghargaan dari belajar itu sendiri. Banyak orang sukses dalam hidupnya selalu berangkat dari berbagai kegagalan, demikian banyak kegagalan yang telah dilaluinya akan semakin dekat ujung kesuksesan orang tersebut. Intinya selalu berusaha semaksimal mungkin dan terus menerus.

 

Teman saya pernah bercerita bahwa telah melamar pekerjaan di berbagai perusahaan lebih dari 100 lamaran namun juga belum dapat panggilan. Teman tersebut merenung dan bertanya pada sesama teman yang sudah bekerja dan dianjurkan untuk terus melamar sekalipun semua tidak dapat panggilan namun, tentunya namanya banyak dikenal diberbagai perusahaan dan benar saja, saat sudah lelah melamar pekerjaan dan menunggu dengan rasa bosan, datanglah berbagai panggilan dari beberapa perusahaan dan salah satunya perusahaan yang nantinya mengirim dia keluar negeri. 5 Tahun lebih akhirnya bisa bekerja di Yordania dan bahkan ke Dubai, dan saat pulang kampong bisa membangun rumah orang tuanya menjadi seperti istana di desa, Hebat bukan?

 

Rasa pesimis terhadap apa yang diinginkan dengan realita memang kadang membuat putus asa, bagaimana mewujudkan keinginan menjadi realita. Salah satunya adalah dengan melakukan yang sekarang harus dilakukan. Lakukan dengan sepenuh hati dan lapang, rintangan, kesulitan, hambatan baik fisik maupun psikologys memang nyata namun bukan berarti hal itu menyurutkan ambisi atau keinginan yang ada di dalam hati, bahkan sebaliknya membuat kaya pengalaman dan tentunya di masa depan akan lebih mudah melaluinya. Ada keinginan pasti ada jalan. Bukankah jalan mendaki gunung pun banyak di sekelilingnya, Jadi bila gagal satu cobalah yang lainya. Optimislah!

 

Semoga berhasil

 

*Agust Nasihin,Penulis aktif di blog ,meresensi buku, membuat ringkasan tulisan dan artikel-artikel lainya, Anda bisa bergabung di http://id.shvoong.com/aff-5398E/ atau berkunjung di http://id.shvoong.com/tags/agust-nasihin/ di https://goeswriting.wordpress.com

 

 

 

 


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: