Posted by: @gust Nasihin | April 17, 2008

Mencari Jalan atau Membuat Jalan Sendiri?

Mencari Jalan atau Membuat Jalan Sendiri?

Sebagai seorang constructivist (salah satu aliran dalam ilmu pembelajaran,Learning Theory) saya tidak percaya kepada mencari jalan. Sebaliknya,saya mengkonstruksi jalan hidup saya sendiri. Mungkin Anda pun adalah seorang Constructivist,namun selama ini ini termakan mitos bahwa Anda perlu mencari jalan.

Mari kita telaah satu persatu perbedaan dari mencari jalan dengan membuat jalan atau mengkonstruksi jalan sendiri.
Mencari jalan sendiri mempunyai konotasi bahwa sesuatu yang dicari itu sebenarnya sudah ada,namun karena satu dan lain hal,Anda kehilangan sesuatu itu atau belum menyadari keberadaanya. Jadinya ya,perlu dicari.
Sedangkan,membuat jalan sendiri sudah jelas bahwa jalan itu belum ada,namun Anda konstruksikan sendiri dengan pasir, semen,aspal dan bahan apa saja yang Anda miliki,dengan tujuan supaya Anda menggunakan jalan itu untuk mengangkat diri Anda sendiri ke atas(apapun tujuanya).
Mengkontruksi jalan hidup sendiri tidak lebih sulit daripada mencari.Bahkan,seringkali lebih mudah,karena detail-detailnya sudah ada dalam benak maupun dalam cetak biru kita.

Jika ini terasa berat,kuncinya mudah saja.Ingatlah bahwa semua itu sesunguhnya mudah saja. Jangan sekali-kali Anda mempersulit keadaan dengan memunculkan perasaan,”Betapa sulitnya hal itu!” Ganti saja dengan pernyataan”Gampang saja kok!”
Banyak orang pandai dan super pandai yang saya kenal tidak berhasil mencapai apa-apa dalam hidupnya.Sebab,mereka mempunyai perasaan soal betapa sulitnya ini dan itu. Intinya,Jika ada hal-hal yang sulit menurut saya–dengan kata lain bakal membawa kesulitan dalam mengkonstruksikan jalan hidup saya–maka saya akan pecahkan dulu “si sulit”itu sehingga menjadi mudah.
Jadi kuncinya bukan hanya niat, namun mengeksekusi niat itu dengan kesadaran penuh, bahwa sesuatu yang kasat mata itu bisa dilakukan dan keinginan itu suatu realitas dan kenyataan.

Membuat jalan sendiri juga berarti tidak mudah putus asa ketika kegagalan yang ada di benak
Anda itu selalu menghantui diri Anda, sedemikian mendalam sehingga Anda tidak berani bergerak. Berikut beberapa kiat untuk melepaskan diri dari belenggu mencari jalan, sehingga Anda bisa leluasa membuat jalan Anda sendiri.
Pertama,
Semua kegagalan Anda terjadinya dimasa lampau.Sementara,masa depan Anda adalah kesuksesan,maka tinggalkan segala macam bentuk ketakutan pada kegagalan.
Toh itu terjadi dimasa lalu kan?,apa pun yang terjadi di masa depan,visualisasikan sukses Anda,dan putarlah terus citra itu dalam benak Anda,setiap hari.
Kalau bisa,lakukan hak itu setiap saat Anda menggunakan pikiran untuk hal-hal yang produktif.

……………………….Ringkasan selengkapnya ada disini:http://id.shvoong.com/tags/agust-nasihin/
(Sumber Ringkasan: Rahasia Sukses Terbesar, Karya Jennie S.Bev) Direkomendasikan oleh para Motivator Top Indonesia.

 Diringkas oleh: *Agust Nasihin,Penulis aktif di blog ,meresensi buku, membuat ringkasan tulisan dan artikel-artikel lainya, Anda bisa bergabung di http://id.shvoong.com/aff-5398E/ & http://www.sitesell.com/netsell13.html  atau berkunjung di http://id.shvoong.com/tags/agust-nasihin/  di https://goeswriting.wordpress.com, atau di http://indogogle.blogspot.com

 

 


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: