Posted by: @gust Nasihin | March 19, 2008

Pemenang Rekor dengan 22 orang anak

Anugerah sekaligus Mukjizat

Pada zaman presiden RI, Sueharto telah digalakan KB, atau Keluarga Berencana yang menganjurkan tiap-tap pasangan terdiri dari da anak saja, dan memang dalam kurun waktu kepemimpinanya bisa berhasil da menekanlaju pertumbuhan penduduk,namun baru-baru ini ada berita baik di media cetak maupun televisi yang menyoroti keluarga yang beranak lebih dari biasanya. Di Denpasar ada pasangan Halimah –Mas’ud dengan kondisi ekonomi pas-pasan yang bekerja hanya sebagai tukang becak,pemulung dan penjual ikan pindang dipasar. Dengan kondisi rumah yang apa adanya pasangan ini telah dikaruniai anak sebanyak 21 orang dan pada tahun ini telah hamil untuk anak ke-22, Subhanalah. Ini suatu anugerah sekaligus suatu mukjizat dari tuhan, di tengah-tengah kondisi masyarakat yang dihimpit oleh harga-harga bahan makanan pokok dan kebutuhan sehari-hari yang semakin mahal, namun keluarga ini dengan rasa”nerima”atau kepasahan pada tuhan yang dalam dan rasa syukur yang besar tanpa keluh kesah membesarkan anak-anaknya yang hampir dua lusin jumlahnya. Demikian juga sebuah keluarga Di jakarta yang pernah ditayangkan diberita televisi,Encik panggilanya, mempunyai anak sebanya 18 orang, menikah muda saat usia masih 12 tahun. Apa yang bisa diambil hikmah dari keluarga-keluarga ini:

Pertama, bagaimana sikap mental orang dengan rasa kepasrahan dan rasa syukur yang dalam dengan hidup apa adanya dan membiarkanya mengalir tanpa banyak keluh kesah diberkan kepercayaan untuk memelihara anak sebanyak 21 orang, padahal pada keluarga lain yang terdiri dari beberapa anak tidak lebih dari lima orang saja banyak mengeluh dan banyak masalah. Berarti disini ada suatu keistimewaan atau mukjizat dari Tuhan, untuk menunjukan kepada hamba-hamba yang lain, bahwa bila mau bersyukur dan tak banyak mengeuh akan diberikan kelebihan.

Kedua, bagaimana mensikapi hidup yang dengan kesederhanaan tetap memiliki suatu cita-cita bahwa dari sekian banyak anak-anaknya nanti beberapa diantaranya akan menjadi orang dan bisa mengangkat derajat orang tuanya.

Ketiga, sebagai bahan pertimbangan untuk keluarga-keluarga lain yang hanya terdiri dari beberapa anak dan telah diberikan kekayaan berlimpah namun selalu kurang bersyukur dan selalu dengan kesombongan dan kekerasan hati berbuat masalah yang membuat keluarga itu berantakan seperti pada Atis-artis ibukota yang bila dibandingkan jauh lebih mapan keadaan ekonominya dan lebih tinggi pendidikanya.

Keempat, adanya beberapa orang kaya yang belum dikaruniai anak atau yang sudah punya anak  bersedia mengambil sebagai anak asuh atau membantu keperluan anak-anak dari keuarga miskin beranak banyak seperti keluarga Halimah-Mas’ud tadi, sebgai suatu amal dan kepedulian dari orang-orang kaya yang ingin mengamalkan sebagian hartanya.

Kelima, sebagai suatu pertanda kebesaran Tuhan yag ingin ditunjukan pada umat-umat lain, yang dimana ditempat lain, perang telah menghabiskan jutaan jiwa yang menjadi kholifah dan pemimpin umat di suatu negara.

Keenam, pengecualian dari hal-hal positif diatas, bagi pertumbuhan penduduk bisa dibayangkan bila setiap keluarga beranak lebih dari dua puluh orang maka dikalikan jumlah kepala keluarga di Indonesia mungkin akan menjadi peringkat pertama jumlah penduduk terbesar di Dunia, untungnya Tuhan maha adil dan diberikan keanekaragaman dalam jumlah anak dari setiap keluarga, ada yang sedikit dan ada yang banyak sebagai suatu keseimbangan yang bersifat alamiah.

Agust Nasihin


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: