Posted by: @gust Nasihin | March 15, 2008

12 Pengamanan Bank dari Perampokan

Artikel ini terilhami dari maraknya berita perampokan bank  dibeberapa daerah di Indonesia belakangan ini, diantaranya di Jawa barat dan terakhir di Makasar, dimana perampok berhasil menggondol uang dalam jumlah milyaran rupiah. Suatu perampokan yang sukses di dunia kriminal. Sungguh pun demikian ternyata tidak ada reaksi apa-apa dari penanggungjawab perbankan dan tidak adanya sikap tanggap dari pemerintah, dimana para strategi militer, kepolisian dan Inteligen. Dengan keberhasilan perampokan bank ini membuktikan kurangya kewaspadaan dan kecerdikan bank dalam membuat sistem pengamanan, bank yang selama ini sebagai tempat untuk melakukan transaksi keuangan yang aman dan dijadikan sepenuhnya tempat aman bagi semua nasabah dalam melakukan transaksi penting dibidang keuangan, ternyata masih menimbulkan kekawatiran dan ketakutan. Berikut ini adalah langkah langkah sistem pengamanan yang bisa diharapkan untuk menjadi proteksi atau pengaman bagi semua nasabah dan bank itu sendiri:

-Langkah 0

Perlunya kesetiaan, kejujuran dan jiwa pengabdian semua pegawai perbangkan

Pertama, Pengamanan untuk mesin ATM.

Dimana perampok tidak kekurangan cara bahkan merusaknya secara membabi buta mengangkut mesin penyimpan uang itu sendiri. Untuk mencegah terjadinya hal semacam ini ada beberpa langkah untuk mencegah antara lain:

-Langkah 1

Mesin ATM baik yang di dalam bank maupun diluar bank, sebaiknya dikurangi volume jumlah uangnya dan jumlah mesin ATM nya dari tiap-tiap kelompok ATM, misalnya satu mesin ATM untuk perharinya hanya berisi kurang dari seratus juta rupiah atau kurang.Dan dalam kelompok Mesin ATM tidak lebih dari 5 buah ATM untuk mencegah terjadinya pembobolan ATM besar-besaran.

-Lngkah 2

Pada Box penyimpan uang diberi chip seperti chip telepon seluler yang bisa dideteksi melalui satelit dimana keberadaanya, dan chip ini selalu diaktifkan sejak box penyimpan uang itu diaktifkan di mesin ATM, sehingga sewaktu-waktu terjadi perampokan dan berhasil membawa kabur box penyimpan uang ini, bisa dilacak keberadaanya sehingga mempermudah pelacakan.

-Langkah 3

Mesin ATM diberi sinyal otomatis yang memberikan tanda ke bank pusat atau ke saluran Kepolisian secara otomatis bila terjadi benturan keras pada mesin, misalnya terjadi pemukulan, pembongkaran, pengelasan, atau suara gaduh karena adanya usaha merampok mesin ATM, sehingga tidak menunggu lama setelah sinyal terkirim maka kepolisian terdekat bisa mengeceknya kelokasi secara langsung.

-Langkah 4

Mesin ATM diberikan alarm keras yang terhubung dengan pengeras suara atau speaker, bila terjadi pemutusan perkabelan,pemecahan kamera atau suara gaduh,pemukulan benda keras dan sebagainya atas usaha perampok dalam membongkar mesin ATM.sehingga bisa mengundang pehatian orang disekitarnya.

 Kedua, Pengamanan untuk Kantor Bank.

Untuk mengatasi Perampok yang dengan tiba-tiba atau dengan menyamar masuk kedalam bank dan melakukan perampokan dengan senjata tajam maupun senjata api, yang biasanya digunakan untuk melumpuhkan satpam atau polisi penjaga dan semua teler beserta nasabah yang ada diruangan maka perlu sistem pengamanan tambahan yaitu:

-Langkah 5

Sediakan satpam bayangan, yaitu satpam yang memakai baju preman yang duduknya selalu berpindah-pindah dan siap dengan senjata api yang sewaktu-waktu bisa dipakai untuk mengadakan perlawanan kepada perampok yang bersenjata api. Bila mungkin lebih baik disediakan ruangan kusus yang bisa mengamati keseluruh ruangan namun tidak tampak dan tidak tembus peluru dari luar atau dari ruangan nasabah, dimana perampok biasanya melakukan aksinya. Sediakan lubang kecil memutar yang bisa untuk mengakses senjata api dengan memutar keseluruh ruangan, sehingga saat perampok memaksa semua nasabah untuk tiarap atau tidur dilantai, dibawah ancaman senjata api perampok, maka dari ruang satpam bayangan ini bisa di lakukan pemberondongan senjata api, berupa tembak ditempat untuk para perampok, sehingga perampok bisa dilumpuhkan segera.

-Langkah 6

Dalam Hidden room ini disediakan petugas yang selalu stanbay dengan senjatanya selama jam operasi perbankan, dan tidak boleh lengah sedikitpun, walaupun mungkin berbulan-bulan tidak ada perampokan. Ruangan ini dianggap sebagai ruang Hidden Security Room, diberi monitor yang bisa mengamati keseluruh ruangan tanpa ada satupun orang diluar ruangan yang bisa melihat kedalam maupun menembakan senjatanya kedalam. Untuk itu dinding ruangan bisa dari beton atau dari baja namun diberi lubang memutar kesegala penjuru, sehingga petugas bisa mengarahkan senjata api dari dalam kesegala penjuru. Sehingga walaupun perampok telah melumpuhkan semua yang ada diruangan nasabah dan teller, namun petugas di Hidden Security Room ini bisa melumpuhkan para perampok tersebut.

-Langkah 7

Untuk mengatasi situasi yang sangat bebahaya, dimana perampok menjadikan semua atau sebagian nasabah maupun teler menjadi sandera, maka dari Hidden Security room ini bisa disalurkan gas yang bisa membius semua orang diruangan Nasabah dan Perampok berada, sehingga dalam hitungan detik semua orang akan tertidur kecuali petugas di Ruang Hidden Security tersebut, sehingga bisa cepat melakukan panggilan ke yang berwajib untuk menangkap para perampok secara langsung.

-Langkah 8

Sediakan tombol rahasia dimeja teler dan meja satpam jaga, dimana tombol rahasia ini secara otomatis akan menutup pintu brankas, merekam semua kejadian dalam ruangan dan melakukan panggilan darurat kepada kepolisian, tombol ini bisa ditempatkan didekat kaki para teller maupun satpam sehingga saat para perampok berteriak tiarap atau mengancam semua orang untuk angkat tangan sekalipun, tombol ini dalam sekian detik bahkan dalam saat terkejut karena ancaman perampok pun bisa ditekan baik dengan tangan atau tiarap dilantai. Perlu disadari, dalam perampokan ada sekian detik waktu yang bisa dipakai dari semua petugas bank untuk menekan tombol otomatis sebagai langkahpenyelamatan.

-Langkah 9

Pengaturan penyimpanan uang di Brankas harap dilakukan setiap jumlah uang yang berada diteler mencapai maksimal seratus juta atau lima puluh juta atau kurang, untuk mencegah terjadinya perampokan besar-besaran. Kalau perlu disediakan brankas bayangan yaitu brankas sementara yang kelihatan seperti brankas asli dimana uang yang disimpan didalamnya berupa uang palsu atau uang asli namun dalam jumlah sedikit.

Ketiga, Pengamanan dari luar Ruangan Bank

-Langkah 10

Sediakan mata-mata dariluar yang bisa mengamati kedalam ruangan perbankan, misalnya petugas yang menyamar, sehingga saat ada perampokan didalam bank bisa segera melapor ke yang berwajib, sehingga sementara para perampok berada didalam, dari luar polisi bisa mengepungnya dari luar. Bila terjadi penyanderaan harap lakukan langkah ke 7 diatas.

-Langkah 11

Berupa pelatihan simulasi perampokan bank pada saat bank pertama kali dibuka, atau bisa dilakukan setahun sekali pada saat hari libur transaksi, seperti hari sabtu. Pada saat simulasi tetap harus diikut sertakan petugas kepolisian untuk mengamankan jalanya simulasi, dengan simulasi ini semua pegawai bank akan mengetahui tindakan apa saja yang harus dilakukan bila terjadi perampokan sungguhan.

-Langkah 12

Bila 11 langkah diatas tetap tidak berhasil menggagalkan perampokan bank, kemungkinan ada konspirasi dari dalam. Harap kembali ke Langkah 0.

@gust Nasihin


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: