Posted by: @gust Nasihin | July 17, 2008

Sekolah atau komersialisasi?

Masih ingat artikel saya yang lampau”Pengin Pintar kok Mahal!”, yang membahas betapa tingginya beaya pendidikan sekarang,bahkan untuk masuk UI yang notabene milik Negeri atau sekolah negeri,biaya awal masuk lebih dari 25 juta? ….Ini sekolah atau komersialisasi?

Landasan awal kemerdekaan bangsa diantaranya adalah mencerdaskan bangsa,seperti termaktup dalam Pembukaan UUD 45. Realisasi dilapangan sekarang entah ide dari mana semua universitas ternama di negeri ini ramai-ramai pasang tarif! bagi konglomerat tidak ada masalah, namun dinegeri ini yang pengin sekolah adalah semua rakyat yang kebanyakan rakyat biasa, bukan dari golongan darah biru! Akan tiba suatu saat bahwa pimpinan negeri ini yang akan dihargai dan dicintai rakyat adalah yang memintarkan rakyatnya…

Kita bandingkan dengan system di luar negeri, Amerika misalnya, semakin besar penghasilan setiap warganya maka akan semakin besar jumlah pajaknya, sehingga dari pajak inilah semua warga dibebaskan dari biaya sekolah sampai perguruan tinggi. Sehingga semua warga beramai-ramai sekolah, menuntut ilmu supaya pandai, setelah pandai semua berlomba menciptakan lapangan kerja sendiri, dan ada tanggung jawab untuk membayar pajak yang kemudian dipakai untuk menyekolahkan anak-anak didik generasi berikutnya, saya kira system seperti ini lebih baik sehingga tidak ada lagi anak-anak bangsa yang takut sekolah karena harus dibebani biaya sekolah yang selangit!. Sekolah adalah tempat sebebas-bebasnya untuk menuntut ilmu saja tidak perlu memikirkan biaya dan macam-macamnya…
Makanya di California- Amerika banyak orang cerdas seperti Einstein,Para penemu teknologi, astronout dan lain-lain kenapa kita tidak ikuti cara mereka menjadi manusia cerdas?….

Barangkalai akan cocok dengan smartorial terbaru di website www.andriewongso.com dibawah ini:

Sekolah Dan Pelanggaran Ham - 2008-07-14 22:12:08-04
Penulis : Team Pemberitaan Smart FM
Akan ada Kepala Dinas Pendidikan dan Kepala Sekolah yang berisiko menjadi tersangka pelanggar HAM di sekolah. Jika sekolah benar-benar telah menjadi industri, jika pungutan sekolah telah demikian tinggi, jika makin bannyak orang miskin gagal sekolah karena persoalan biaya, pada saat itulah sekolah akan dianggap melanggar HAM dalam soal pendidikan. Menghambat anak-anak bersekolah cuma karena kemiskinannya, adalah hambatan kepada hak azasi mereka dalam hendak memintarkan diri. Akan tiba saatnya, kemiskinan itu menggugat balik. Dan saat itu tidak lama lagi. Di Padang, kesadaran ini telah disuarakan oleh Lembaga Bantuan Hukum-nya. Dan agaknya, suara ini akan segera beramplifikasi ke sekujur Indonesia: gugat sekolah yang diindikasikan melanggar HAM pendidikan. Begitulah semangatnya.

Maka berhati-hatilah para Kepala Dinas Dan Kepala sekolah jika waktu ini tiba. Sekolah tidak boleh menjadi lembaga penekan baru bahkan kepada murid-muridnya sendiri. Mencari sekolah tidak bisa menjadi begitu angker dan berkuasa sehingga bisa memainkan harga tanpa negara ikut membatasi ruang geraknya. Yang boleh dibebaskan di sekolah adalah sebebas-bebasnya ruang berpikir, bukan ruang untuk memungut iuran.

Sekolah harus kembali pada kedudukannya sebagai bagian dari hak azasi warga negara dalam memproleh pendidikannya. Jika tujuan ini tidak terjadi, maka gugatan soal HAM itu bisa dipahami. Apalagi jika sekolah yang jelas-jelas memahal-mahalkan proses pendidikan yang sedianya bisa dibuat murah. Sengaja mencetak buku-buku mahal, mengganti-gantinya setiap kali, agar murid terus membeli dan membeli. Sudah jamak dimengerti, buku adalah soal yang paling menggoda untuk dimainkan atas nama pendidikan. Tidak ada buku yang laku secara konsisten seperti buku-buku yang telah diwajibkan bagi pendidikan. Lalu apa jadinya jika kewajiban itu, datang dari niat yang keliru, cuma karena demi keutungan pribadi misalnya. Inilah pelanggran HAM yang nyata, dan harus berat hukumannya!

Tetapi, kriteria pelanggaran HAM ini juga tidak boleh memakan korban secara membabi-buta. Tidak setiap sekolah yang menolak murid berarti pelanggaran atas HAM sepanjang sudah jelas skriterinya. Sepanjang kriteria itu benar-benar sudah mengabdi kepada mutu pendidikan. Bukan berarti setiap pungutan adalah pelanggaran karena memang ada proses pendidikan yang harus terselenggara dengan pendanaan sewajarnya. Hal-hal yang di luar kewajaran, apalagi cuma demi keuntungan pribadi, itulah soal yang harus disudahi dan dilenyapkan.

 
Action & Wisdom Motivation Training, Komplek Ruko Roxy Mas, Jl. KH. Hasyim Ashari Blok E2 -/ 12 - 12 A, Jakarta, 06 10150, INDONESIA

Posted by: @gust Nasihin | July 15, 2008

Motivasi sukses hari ini

Berikut ini adalah Motivasi Sukses newsletter untuk kesempatan kali ini,

“Yesterday is history, Tomorrow is mistery, Today is a Gift….”
“Thats why it’s called ‘Present’”

(Master Oogway, from Kungfu Panda)

Terima kasih atas perhatian Anda, selamat beraktivitas dan sukses selalu.


Salam Sejahtera,

W Oesman Wijaya, SE
Motivasi Sukses Team
htpp://www.motivasi-sukses.com

Posted by: @gust Nasihin | July 8, 2008

INOVASI Bisnis: Coconut Wine

INOVASI

Sebuah terobosan inovasi baru dibidang minuman. Di India telah tercipta atau ditemukan resep pembuatan minuman jenis wine. Wine adalah jenis minuman vermentasi yang biasanya terbuat dari anggur atau dari beras, namun di India seorang petani kelapa berhasil membuat anggur dengan bahan dasar kelapa muda. Kebetulan daerah petani kelapa tersebut sebagian besar penghasil kelapa sehingga timbul ide briliant untuk membuat anggur atau wine dari kelapa.

Berikut adalah cara pembuatanya:

-Mula-mula kelapa muda tersebut dikupas kemudian diambil air dan dagingnya

-sediakan kuali atau tabung atau tong aluminium yang bertutup

-masukan kedalam tong aluminium, kelapa beserta air kelapanya

-masukan gula batu dan cairan vermentasi secukupnya (sesuai takaran)

-tutup rapat dan bungkus tong aluminium tadi dengan karung tebal untuk menjaga suhu dalam tabung dari panas udara luar

-simpan selama 28 hari

-anggur siap diminum.

Catatan: semakin lama usia vermentasi akan semakin enak rasanya.

Bagi Anda yang tinggal didaerah yang banyak menghasilkan kelapa tidak ada salahnya untuk dicoba, dan menurut sumber dari sebuah TV swasta, petani di India tersebut berhasil menggaet investor untuk membuka pabrik wine berbahan dasar coconut atau kelapa.Hmm..terobosan bisnis baru!

Agust Nasihin,Penulis aktif di blog ,meresensi buku, membuat ringkasan tulisan dan artikel-artikel lainya, Anda bisa bergabung di http://id.shvoong.com/aff-5398E/ atau berkunjung di http://id.shvoong.com/tags/agust-nasihin/ di http://goeswriting.wordpress.com

Posted by: @gust Nasihin | July 2, 2008

Smartorial terbaru di www.andriewongso.com

Smartorial terbaru di www.andriewongso.com Sontoloyo - 2008-07-01 23:15:54-04

Penulis : Team Pemberitaan Smart FM

Ada menteri Sontoloyo, itulah pernyatan Kepala Badan Intelejen Negara, Syamsir Siregar. Siapa menteri semacam itu, dan perilaku apa yang diperagakannya? Kekesalan Syamsir itu tidak akan bisa diverifikasi dengan jelas oleh publik.

Ia hanyalah sebuah afirmasi atas kejengkelan hati melihat begitu tidak kompaknya cuaca kerja sama di Republik ini. Penuh perang interest, sarat adu kepentingan dan akhirnya berpoltiik memang tidak semata-mata untuk berkontribusi kepada kebaikan negara, melainkan untuk kepentingan dirinya sendiri saja. Negara yang dikelola oleh pihak-pihak yang amat mementingkan diri sendiri itulah negara yang pasti amat tidak menarik hati. Ia akan penuh kekacauan.

Seluruh kebijakannya hanya akan terhenti di tengah jalan. Jika seorang punya kebaikan, yang lain akan segera mengeroyoknya, karena kebaikan itu bisa meruntuhkan kekeliruan bersama yang telah menjadi lahan keuntungan. Di dalam Pemerintahan pasti masih tersedia orang-orang baik.Kita mempercayai citra kebersihan hati Presiden. Tetapi kebersihan saja bisa tidak cukup jika cuma sendirian. Karena tidak perlu seluruh organ tubuh sakit untuk membuat manusia kehilangan daya hidup terbaiknya. Karena manusa memang tidak cukup hanya dengan hidup, tetapi harus hidup yang terbaik. Begitu juga organisasi negara, ia tidak cukup hanya dengan ada, tetapi juga ada dengan seluruh kebaikannya.

Maka jika dalam sebuah kabinet, benar-benar ada seorang menteri saja yang disebut sebagai sontoloyo itu, pasti akan menjadi persoalan serius bagi negara. Lalu apa jadinya yang disebut sebagai sontoloyo itu tidak cuma seorang? Padahal cukup satu orang di atas untuk membuat watak sontoloyo jajaran di bawahnya. Itulah watak yang akan membuat birokrasi tetap seret meskipun telah berubah aturan. Itulah yang negara masih berada dalam masa lalu walau seluruh jargon telah diubah menjadi masa sekarang. Kinerja negara memang belum memuaskan, tetapi bukan berarti ia bisa dilawan dengan keonaran. Ketidak puasan semacam itu harus dilawan dengan perbaikan dari dalam, bukan penggerogotan dari dalam. Sudah lama rakyat dirugikan bahkan oleh siapa saja yang mengatas namakan kebaikan untruk rakyat tetapi dilampiaskan dengan keburukan. Dengan cara memprovokasi demo menjadi kerusuhan, dengan cara membayar massa sebagai alat penekan. Niat baik yang berdampak buruk itu, siapa lagi sebagai pembayar utamanya? Rakyat juga. Jadi, sulit sekali sekarang ini rakyat mencari, siapa sebenarnya pihak yang benar-benar jujur membela nasib mereka.

Action & Wisdom Motivation Training, Komplek Ruko Roxy Mas, Jl. KH. Hasyim Ashari Blok E2 -/ 12 - 12 A, Jakarta, 06 10150, INDONESIA

Posted by: @gust Nasihin | June 30, 2008

Penjernihan dari sisi lain dalam hidup

Setelah penat berhari-hari melakukan rutinitas sehari-hari setiap orang akan menemukan kejenuhan. Titik puncak dimana saat itu perlu sisi lain yang mungkin belum pernah dicoba untuk dijadikan sarana refreshing. Misalnya saja seorang pekerja kantor yang sehari-hari berkutat dengan komputer yang mengerjakan itu-itu saja. Cobalah melakukan hal-hal lain yang mungkin akan mendatangkan ide-ide baru untuk berwiraswasta:

Sebagai contoh, Mengunjungi peternakan sapi susu atau sapi perah. Penulis kebetulan saatitu mengunjungi sebuah peternakan sapi perah di daerah Batu , Malang Jatim misalnya. Bersama teman, kemudian mendatangi sang pemilik sapi perah dan melanjutkanya dengan bincang-bincang yang menyegarkan, dimana hal-hal baru yang yang bisa dipelajari.

 

Adalah Selamet, sang pemilik sapi perah itu, Beliau memiliki kurang lebih 20an ekor sapi perah ada yang sedang bunting, yang menyusui tapi di sapih sehingga air susunya bisa diambil. Rata-rata perharinya minimal 13 liter air susu bisa diperah dari seekor sapi. Harga satu liter air susu sapi segar Rp 3500; sang pemilik sapi perah tidak perlu menjualnya langsung, KUD akan mengambilnya setiap hari. Dari hasil perbincangan dengan pemilik peternakan sapi perah, ternyata tidak terlalu susah untuk berwiraswasta di bidang peternakan sapi ini. Cukup dikasih makanan dari rumput gajah atau jerami padi 3 x sehari ditambah konsentrat, dan dimandikan minimal 3 hari sekali, kotoranya bisa dibuat biogas.

Untuk harga sapi yang baru lahir kira-kira berumur tiga bulan Rp 3500,000; untuk yang sudah dewasa, kira-kira berumur 2 tahun dan sudah siap dibiakan atau bunting seharga Rp 12,5 – 17 jutaan. Pak Selamet berniat menjual 2 ekor seharga 25 jutaan. Suatu harga yang pantas dari jerih payah selama 2 tahun, cukup menggembirakan.

 

Sisi lain yang menyenangkan adalah lingkungan masyarakatnya yang di dominasi peternak sapi yang mempunyai lahan untuk menanam rumput gajah atau king grass sebagai makanan sapi dikelilingi pegunungan hijau dan suasana sejuk menyejukan hati dan pikiran.

Masyarakat daerah ini mempunyai rutinitas kerja yang berbeda, masing-masing mandiri mengurus peternakanya, dibawah pengawasan KUD. Untuk daerah yang dingin sangat cocok namun bukan berarti di daerah yang agak panas di daerah dataran rendah untuk bisa juga memelihara sapi perah ini. Pak Selamet yang masih kelihatan muda diusia 40 tahun dengan pakaian sederhana dan gaya hidup sederhana namun penulis bisa melihat keceriaan dan ketenangan dalam kehidupan sang peternak ini. Yang mungkin tidak dimiliki oleh masyarakat perkotaan, dimana segala sesuatu terasa memenatkan pikiran setiap orang dari rutinitas di daerah perkotaan. Ada bedanya soal hidup di Kota dan di Pegunungan yang menyejukan.

 

Anda bisa mengunjungi kehidupan di pegunungan yang hijau, dingin, penuh rumput hijau dan pepohoinan, rutinitas masyarakat yang baru bagi Anda  bisa mendatangkan inspirasi baru, semangat baru dan mungkin ide-ide bisnis baru Anda. Maka dari itu tidak ada kata bosan dalam hidup. Bahwa bila Anda sedang merasakan kepenatan atau bosan atau jenuh di suatu daerah dari rutinitas yang monoton, Anda bisa berkunjung kedaerah lain,menikmati suasana lain, rutinitas lain, sisi kehidupan lain, dan lihatlah hidup ini dari sisi yang lain,  dimana bisa mendatangkan kejernihan pikiran Anda. Kejernihan dan ketenangan hati mungkin menjadi modal anda mengisi hari-hari mendatang.

 

Nah dari uraian diatas mungkin Anda tertarik dengan dunia lain, sisi lain dari rutinitas Anda selama ini? Yang mungkin bisa mendatangkan inspirasi baru dalam hidup Anda? silahkan berekreasi ke daerah pegunungan pasti beda rasanya!

 

Agust Nasihin,Penulis aktif di blog ,meresensi buku, membuat ringkasan tulisan dan artikel-artikel lainya, Anda bisa bergabung di http://id.shvoong.com/aff-5398E/ atau berkunjung di http://id.shvoong.com/tags/agust-nasihin/ di http://goeswriting.wordpress.com

 

 

Posted by: @gust Nasihin | June 25, 2008

Resep sang Kakek berusia lebih dari 116 tahun

Kebiasaan sang Kakek berusia lebih dari 116 tahun

 

Dari berita di sebuah TV swasta yang menyoroti tentang kebiasaan orang berusia lebih dari seratus tahun. Adalah seorang kakek kelahiranYogyakarta, Pada zaman Penjajahan Belanda dibuang ke Sumatera atau tepatnya di Jambi. Kakek ini berusia lebih dari 100 tahun kalau tidak salahberusia 116 Tahun. Merupakan usia tertua di Indonesia mungkin di Dunia.

Merupakan suatu anugerah Tuhan tersendiri bagi si kakek ini untuk mengisi hari-hari

di Usian senjanya dengan sangat baik. Lalu bagaimana kebiasaan hidup sang kakek ini,

ternyata sangat sederhana antara ain:

- Bangun pagi-pagi

- Minum segelas air putih

- Melaksanakan sholat subuh di mushola dekat rumah

- Minum Kopi dan menghisap Rokok? lo kok? Ya, Sang kakek percaya dengan merokok bisaawet muda (boleh percaya,boleh tidak yang jelas sang kakek tetap segar bugar di usia 116 tahun)

- Membaca buku

- Mengerjakan hobinya mengoleksi kerajinan wayang

- Jalan-jalan pagi atau bersepeda dengan sepeda kunonya bersama cucu

- Menghormat bendera merah putih usang yang dipasang didepan rumah mengawali kegiatan sehari-hari

(semangat patriotisme pejuang)

- Bergaya dan berfikir sederhana dan bersahaja

- Bersyukur pada yang kuasa

 

Demikian antara lain kebiasaan sang kakek tertua di Indonesia / Di Dunia.

Setiap orang mempunyai gaya dan kebiasaan namun bagaimana berlaku dalam hidup agar bisa berusia seperti sang kakek.ada sedikit tambahan resep, kalau tidak salah begini:

“Sering-seringlah bergaul dan hormatilah orang-orang yang berusia tua, agar engkau diberikan ijin menjadi tua seperti mereka,dan isilah usia panjang mu dengan berbuat kebaikan dan keikhlasan.

 

Hanya Tuhan yang tahu akan kebenaranya.

 

Agust Nasihin,Penulis aktif di blog ,meresensi buku, membuat ringkasan tulisan dan artikel-artikel lainya, Anda bisa bergabung di http://id.shvoong.com/aff-5398E/ atau berkunjung di http://id.shvoong.com/tags/agust-nasihin/ di http://goeswriting.wordpress.com

 

Posted by: @gust Nasihin | June 24, 2008

“Winning feeling is contagious, so is the feeling of fails”

Berikut ini adalah Motivasi Sukses newsletter untuk kesempatan kali ini,

“Winning feeling is contagious, so is the feeling of fails”

“Perasaan kemenangan adalah menular adanya, demikian pula dengan
rasa kegagalan”

Apa maksud dari quote pada kesempatan kali ini? Coba Anda bayangkan
saat menonton pertandingan misalnya tinju.. Setelah akhir pertandingan,
biasanya ada pemenang dan yang kalah. Pemenang tampil dengan wajah
bangga dan senang, sedangkan yang kalah tertunduk sedih. Seringkali
(khususnya para ibu/wanita), akan merasa sedih melihat petinju yang kalah
tadi dan muncul rasa ‘kesal’ pada pemenang yang membuat lawannya
babak belur.

Sehubungan dengan perasaan kemenangan yang memang menular, maka
dapat Anda coba untuk selalu turut merasakan perasaan kemenangan dari
pihak manapun yang menang, turut serta menghayati betapa bangganya
mereka yang berhasil meraih prestasi, yang merupakan hasil kerja kerasnya.

Hal ini pun diharapkan dapat diterapkan pada kenalan lama yang tiba-tiba
ditemui di tempat umum seperti mall, dan menceritakan kesuksesannya
yang melejit ke angkasa. Ketimbang berkecil hati, maka akan sangat baik
bila Anda mencoba terlibat secara emosi atas apa yang ia raih, rasakan
perasaan positif bila Anda yang mendapatkan prestasi yang dibeberkan
tersebut, karena dengan melakukan hal ini, 1 hal yang pasti adalah persepsi
kita telah mendapatkan ’santapan’ positif yang berguna untuk perkembangan
diri sendiri.

Dan tentunya akan lebih baik bila secara rutin Anda menyelami kehidupan
orang-orang berprestasi, dengan mengira-ngira apa yang mereka rasakan
dari hari ke hari dengan pencapaian mereka tersebut. Misalnya, banyangkan
bagaimana rasanya menjalani keseharian dan gaya hidup sebagai Beckham,
sebagai Oprah, Bill Gates, Tukul Arwana, atau siapa saja yang Anda anggap
berprestasi tinggi dan layak dijadikan teladan gaya hidup sukses..

Semoga bermanfaat, dan terima kasih atas perhatian Anda.


Salam Hangat,

W Oesman Wijaya, SE
Motivasi Sukses Team
htpp://www.motivasi-sukses.com

Posted by: @gust Nasihin | June 21, 2008

Motivasi Sukses hari ini

Berikut ini adalah Motivasi Sukses newsletter untuk kesempatan kali ini,
yang semoga bermanfaat bagi Anda yang berada dalam kondisi ‘hyper-
motivated’, selamat membaca.

“Setelah usaha dan kerja keras selama ini, yang kebanyakan demi
memperoleh uang dan materi, maka ada baiknya apabila sesekali Anda
berhenti sejenak, untuk menghitung apa saja yang telah Anda korbankan
untuk meraih uang dan materi tersebut” (Bruce Barton)

Banyak orang bersedia mengorbankan waktu dan kesehatan selama berlebihan
demi mencapai uang, popularitas dan materi. Padahal hakikat bekerja terkadang
jauh lebih sederhana dari apa yang dipikirkan banyak orang. Karenanya, bagi
Anda yang terbiasa bekerja dalam perseneling atau gear tinggi, ada saatnya
untuk melambat bahkan berhenti sejenak untuk menyesuaikan ritme dan hakikat
kerja manusia yang memang tidaklah selalu harus berada dalam kondisi terpacu
secara konstan.


Semoga bermanfaat dan Terima kasih atas perhatiannya,
sukses selalu untuk Anda sekalian dan sampai jumpa pada newsletter berikutnya.

“Mari hemat penggunaan energi dan BBM, demi keberlangsungan dan
kelestarian bola biru bernama bumi ini, yang berarti demi masa depan
anak-cucu anda, dan kita sendiri. Irit juga penggunaan kertas yang
ternyata berbahan baku dari paru-paru utama bumi kita ini, dan hanya
karena murah, bukan berarti pasokannya tidak akan habis”

terima kasih


Salam Hormat,

W Oesman Wijaya, SE
Motivasi Sukses Team
htpp://www.motivasi-sukses.com

Posted by: @gust Nasihin | June 11, 2008

Motivasi Suksess Hari ini

Berikut ini adalah Motivasi Sukses newsletter untuk kesempatan kali ini:

“Ada kesenangan & ilusi ‘keuntungan’ yang dirasakan manusia saat menunda…
Namun seringkali luput untuk disadari bahwa: tersedia 10x lipat kepuasan,plus
manfaat dan hasil, ketika kita mulai mengerjakan sesuatu hingga merampungkan
dan menyelesaikan sebuah tugas.. yang sama sekali tidak dapat diperbandingkan
dengan kesenangan semu dari penundaan”

Bila Anda renungkan baik-baik makna mendalam dari materi di atas, maka
kini Anda telah memiliki ’senjata’ unggulan untuk mengatasi kecenderungan
untuk menunda segala sesuatu yang sebaiknya segera dilakukan, mulai
dari hal kecil sehari-hari hingga tugas penting pada pekerjaan & bisnis Anda.

Pemikiran manusia seringkali bekerja dengan metode perbandingan dan pilihan
jumlah kesenangan yang dapat diperoleh dari pilihan yang ada,dan dalam hal ini,
sekarang kita dapat memiliki pembanding jumlah kesenangan dari pilihan
menunda atau mengerjakan sesuatu. Silakan bekali persepsi Anda untuk
mengalahkan kebiasaan menunda yang tidak menguntungkan.

Bagi anda yang telah mencoba dan merasakan manfaat positif dari materi hari
ini, kembali diajak untuk berbagi cerita dan respon positif, reply email ini dan
sampaikan kisah keberhasilan Anda mengalahkan kebiasaan menunda.

Semoga bermanfaat dan Terima kasih atas perhatiannya,
sukses selalu untuk Anda sekalian dan sampai jumpa pada newsletter berikutnya.



Salam Sukses,

W Oesman Wijaya
Motivasi Sukses Team
www.motivasi-sukses.com

Posted by: @gust Nasihin | June 10, 2008

Moto Gp Seri Catalunya

Hasil klasement sementara GP Catalunya:

Juara 1 Pedrosa

Juara 2 Valentino Rossi

Juara 3 Stoner

Klasemen MotoGP Musim 2008

No. Pembalap Tim Poin
1 Valentino Rossi (Italia) Fiat Yamaha 142
2 Dani Pedrosa (Spanyol) Repsol Honda Team 135
3 Jorge Lorenzo (Spanyol) Fiat Yamaha 94
4 Casey Stoner (Australia) Ducati Marlboro Team 92
5 Colin Edwards (Amerika) Tech3 Yamaha 69
6 Andrea Dovizioso (Italia) JiR Team Scot 57
7 James Toseland (Inggris) Tech3 Yamaha 53
8 Loris Capirossi (Italia) Rizla Suzuki MotoGP 51
9 Nicky Hayden (Amerika) Repsol Honda Team 48
10 Shinya Nakano (Jepang) Honda Gresini 42
11 Chris Vermeulen (Australia) Rizla Suzuki MotoGP 40
12 John Hopkins (Amerika) Kawasaki Racing Team 32
13 Marco Melandri (Italia) Ducati Marlboro Team 29
14 Alex de Angelis (San Marino) Honda Gresini 24
15 Toni Elias (Spanyol) Alice Team 24
16 Randy De Puniet (Prancis) Honda LCR 17
17 Sylvain Guintoli (Prancis) Alice Team 15
18 Anthony West (Australia) Kawasaki Racing Team 10

 

Sumber www.detikspot.com

Older Posts »

Categories